Rabu, 26 Februari 2014

Talaga Bodas ; Kawah elok di pelosok Garut


Kawah Talaga Bodas adalah salah satu tempat wisata yang bisa dikunjungi di Garut selain banyak lagi kawasan wisata lainnya (Insya Allah di postingan berikutnya akan saya bahas). Talaga Bodas yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘kawah putih’ ini berada di Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, letaknya sekitar 20 menit dari kota Garut dan sekitar 30 menit dari jalan raya Wanaraja naik ke atas gunung menuju kawah. 

jalan masuk menuju kawah
Kalau dari rumah nenek saya yang notabene bersebelahan desa dengan wanaraja jarak ke Talaga Bodas ini cukup dekat, karena itulah kalau dihitung-hitung dari jaman saya kecil sampai sekarang udah punya anak, mungkin sudah lebih dari belasan kali saya main kesini. Ini adalah salah satu tempat favorit almarhum kakek nenek saya kalau jalan-jalan, maka dari itulah walaupun sering tapi enggak pernah bosen main kesini, karena selain memang pemandangan dan suasanya yang indah dan menenangkan, tempat ini juga menyimpan banyak kenangan tentang dua orang yang paling baik dan penyayang dalam hidup saya yaitu kakek dan nenek saya.


Anyway, untuk akses jalan ke Talaga Bodas sendiri kondisinya cukup baik dan bisa dilalui oleh hampir seluruh jenis kendaraan roda empat dan roda dua. Ada sedikit jalan yang cukup berbatu di awal-awal tapi sisanya jalan beraspal mulus sampe ke kawahnya.

Kamis, 23 Januari 2014

Mie tek-tek

Kalo resep yang ini cocok banget dimakan di saat hawa-hawa dingin kaya sekarang. Apalagi disajikan untuk makan malam bareng keluarga sambil hujan-hujan rintik di luar. Heemmm angeett deh.

Ini resep asli dari ibu tercinta hehe selalu kangen beliau kalo masak mie tek-tek ini.



Asinan buah Bogor

Ini sebenernya late post karena bikinnya sekitar 3 minggu-an yang lalu waktu udara belum dingin menggigil kaya sekarang. Enaknya memang dimakan di waktu udara lagi panas, diambil langsung dari lemari es terus langsung disantap. Segeerrrrrr.

Bikin ini karena kangen banget sama asinan gedong dalam di Bogor cuma apa daya Bogor jauh banget hehe jadinya harus kreatif dan coba bikin sendiri. Alhamdulillah bisa mengobati kekangenan dan jadi suguhan buat pengajian malam Jumat.

Resepnya terinsipirasi dari blognya mba diahdidi dan sebagian lagi masukkan dari tante-ku yang di Bogor.

Jumat, 17 Januari 2014

Cake labu kuning

Sepulangnya dari garut di akhir tahun 2013 lalu, saya dibekelin ibu saya sebuah labu kuning gede banget. Beberapa hari sudah labu itu tersimpan manis di dapur karena bingung mau dibikin apa. Sampai akhirnya ada temen suami yang berkunjung dan setengah labu-nya diminta untuk dibikin kolak labu, saya pun mulai putar otak (lebaayyy hehe) dan buka-buka mbah google untuk browsing resep dengan bahan  labu kuning, sebelum sang labu yang sudah terlanjur terbelah dua ini keburu membusuk.

Karena semangat baking lagi menggila ditambah lagi rasa enasaran sama rasa cake labu kuning di beberapa blog memasak yang saya baca, akhirnya saya memutuskan untuk mengeksekusi cake labu kuning dengan panduan resep dari blognya bunda hesti di hesti's kitchen: yummy for your tummy.

Resepnya sama hanya cara membuatnya yang saya ubah disesuaikan dengan apa yang saya lakukan saat membuat cake ini.

Cake labu kuning
Resep asli : Hesti's kitchen : yummy for your tummy


Tahun baru 2014

Belum terlalu terlambat rasanya untuk menulis cerita tentang malam pergantian tahun baru kemarin. Alhamdulillah di tahun ini saya bisa merayakannya dengan 2 orang yang paling berarti dalam hidup saya yaitu suami saya dan anak saya Baby Bilqis. 

Tidak terasa juga ternyata blog ini sudah berumur satu tahun, walaupun isinya dikiiitttt banget untuk ukuran blog yang dibuat satu tahun yang lalu tapi yaaa lumayanlah daripada enggak ada isinya sama sekali ;)

Rencana awalnya di malam tahun baru kemarin adalah tidak ada rencana sama sekali untuk pergi keluar. Saya pikir bakalan agak ribet juga bawa-bawa Baby Bilqis untuk ngerayain malam tahun baru di luar seperti 2 tahun yang lalu di Ancol. Belum lagi suasana cuaca yang enggak mendukung karena seharian hujan terus mengguyur daerah Cikampek.. heeemmm jadi makiinn malesss keluar.

Selasa, 10 Desember 2013

Alat baking-ku



Semenjak hobi masak dan jadi sering buka-buka blog, tabloid atau majalah-majalah yang isinya resep, saya pun jadi tertarik (lagi) untuk baking. Kenapa saya sisipkan kata 'lagi'? Karena memang baking ini bukan sesuatu hal yang baru buat saya. Awalnya kenal baking karena jaman dulu waktu saya masih kecil ibu saya suka bikin kue kering hantaran untuk sodara-sodara dan relasi bisnis ayah saya yang bejibun, setelah agak dewasa (sekitar sma sampe lulus kuliah) saya dan adik saya mulai lumayan sering bikin kue untuk iseng ngisi waktu atau bikin masakan-masakan western yang memang membutuhkan proses memanggang di oven kayak lasagna atau caserolle. Kalau kue sih seringnya bikin brownies karena enggak mesti ngembang hehe (dulu enggak ngerti cara ngocok adonan, jambul petruk, aduk balik dan segala macamnya). Beberapa kali juga bikin cake dan bantat karena ya itu tadi engga ngerti tekhniknya.

Minggu, 24 November 2013

Leafy greens and green veggies in cheese soup

Pagi ini dapet kiriman labu air dari tetangga, jadilah sayur ini bahan menu mpasi Baby Bilqis untuk hari ini. Tema-nya hari ini adalah sayuran berwarna hijau karena banyak manfaatnya untuk tubuh si baby, selain itu variasi rasa baru karena hampir di setiap menu mpasi Baby Bilqis selalu ada wortel,  kali ini saya sisihkan dulu wortel untuk saya ganti dengan labu air yang juga ternyata banyak maanfaatnya.

Labu air atau di daerah Karawang dan sekitarnya biasa disebut leor ternyata adalah sayuran indigenous alias sayuran khas dari daerah Karawang. Enggak heran kalau sayuran ini disebut sayuran indigenous karena memang inilah pertama kalinya saya melihat dan nyobain sayur ini setelah kurang lebih 8 bulanan saya tinggal disini.